Di sebuah dunia Tutipruti, jauh di kedalaman hutan belantara, hiduplah sebuah makhluk yang dikenal sebagai Nangka. Ia berperawakan besar, kuning, berduri, serta mengeluarkan keringat berupa getah. Di sana ia tidak tinggal sendiri, melainkan ditemani oleh Kolang dan Cincau. Mereka tinggal di sebuah pohon tua yang berumur sekitar 150 tahun, dan baru kemarin berulang tahun, zodiaknya aquarius fyi.
Kolang dan Cincau, kedua mahkluk ini merupakan TKG bagi nangka, alias Temen Ketemu Gede. Pertemuan mereka bukanlah suatu kebetulan, melainkan nasib yang mempertemukannya. Mereka bertemu di sebuah acara adu nasib bagi penghuni Tutipruti. Kompetisi itu kebetulan dimenangkan oleh Nangka, dimana ia bercerita bahwa sejak kecil ia sudah bau, bau nangka, karena kalau bau bawang beda cerita. Sontak semua makhluk terlihat iba dengan Nangka, tidak terkecuali Kolang dan Cincau yang merasa bahwa mereka ini sama banget alias mereka juga udah bau dari kecil.
Hari itu, Nangka, Kolang, dan Cincau beraktifitas seperti biasa, tidak ada yang aneh (yang aneh hanya kalian para pembaca yang masih aja penasaran sama kelanjutan kisahnya).
Masih dibaca juga sampai sini? yaudah deh mari kita lanjutkan.
Hari itu berbeda. Langit di atas (yaiya dong, kecuali langit musik) terlihat begitu hitam. Seluruh penghuni hutan itu merasa ada yang aneh dengan hari ini. Cuacanya begitu mencekam. Dan tiba-tiba hawa berubah menjadi dingin...
Ternyata hujan...
Tapi hujan yang turun bukanlah air, melainkan butiran-butiran es yang turun dalam jumlah yang begitu banyak. "Bagaimana bisa ada salju di dunia ini?" dalam hati Nangka. "Lah iya juga, bukannya adanya cuma di dunia manusia?" timpal Kolang. Sedangkan Cincau? ia terlihat begitu kesakitan, ternyata kepalanya terinjak oleh Nangka.
Es yang turun itupun menumpuk hingga menutupi rumah mereka. Tak berhenti di situ, ketika mereka berusaha untuk menembus lapisan es tersebut, turun hujan lainnya. Kali ini mungkin air, tapi berwarna MERAH!! Sontak Nangka berteriak, "Apalagi ini!!!", Kolang pun menimpali, "Udah gila ini", sedangkan Cincau? ya benar, Cincau kepalanya masih terinjak oleh Nangka, sehingga satu-satunya kata yang ia teriakkan cuma, "AAAAAAAA!!!"
Yang mengejutkan Nangka dan Kolang bukan teriakan Cincau, melainkan air merah itu ternyata memiliki rasa manis? Tak lama kemudian hujan air merah itu berhenti. Tapi turun lagi hujan lainnya. Kali ini Nangka tau itu apa.
Susu Kental Manis.
Sekian.
Itulah para pembaca, kisah asal mula es campur, dari sudut pandang para pemeran dalam es campur. Hehehe
Biar postingan ini ada gunanya, sekalian gua kasih aja nih resep es campur.
Bahan:
250 gram kolang-kaling
200 gram sari kelapa
150 gram kacang merah kalengan
150 gram cincau hitam
4 mata nangka potong dadu
500 ml santan dari 1 butir kelapa
Sirop merah secukupnya
Susu kental manis secukupnya
Es serut secukupnya

kuprett jd pengen es campur malem2. nangka itu biar bau tp pembawa niqmat. palagi es cendol nangka. beuhh. leh jg nih ceritanya brdsarkan POV nangka dkk. Ntr gue bkin Nangka yang berjodoh sama cendol ah.
BalasHapusBikin dongs, ini cuma es campur di satu versi ya, ada yang versi pake cendol, tape, deodorant, ban dalam, dan lain sebagainya. Thanks Lulu!
Hapus