Senin, 25 Oktober 2021

Piknik Mendadak Motor Teriak

Yowww apa kabar sobat-sobat kesadaran sekalian? apakah kalian sudah makan nasi hari ini? harus makan nasi ya gaes, karena 1 suap nasi setara 3 permen milkita. Di postingan kali ini gua akan bercerita tentang perjalanan gua beberapa hari yang lalu, ke sebuah tempat yang berada di kaki gunung merbabu.

Jadi gini, perjalanan ini sebenarnya berjudul "Piknik" yang direncanain sama makhluk-makhluk kasar. Ya bener, temen-temen gua. Inti dari acaranya adalah menge-grill daging, dengan konsep di ruang terbuka hijau. Entah kesambet apa temen gua tiba-tiba mengusulkan untuk pergi piknik ke daerah kaki gunung merbabu.

Singkat cerita perjalanan pun dimulai. Gua berangkat menggunakan motor honda revo satu-satunya yang gua punya untuk saat ini (karena gua rencananya mau beli kapal api, di warung depan). Buat yang ngga tau, honda revo itu punya mesin 110cc, yang mana motor ini memang didesain untuk dipakai di area perkotaan yang jalannya datar-datar aja, kayak isi dompet. Ya buat tanjakan tipis-tipis kuat lah ya. Gua bingung gimana menjelaskan 110cc ini, intinya ini motor kagak kuat nanjak sama ga bisa terlalu ngebut, alias hanya copet-copet bego yang pakai ini motor buat nyopet.

Gua juga bukan baru sehari dua hari punya ini motor, tapi entah kenapa hari itu gua seakan-akan lupa kalau motor ini ga kuat nanjak. Di awal perjalanan jalanan masih datar, which is motor gua melenggang patah patah, ngana pegoyang pica pica, ngana pebody poco poco....

Tapi, ketika sudah sampai daerah kaki gunung merbabu, ujian pun dimulai. Tanjakan yang ga ada hentinya bikin motor gua teriak-teriak. Kalo bisa ngomong mungkin dia bakal ngomong, "Yaelah bang"

Atau mungkin, "Udah gila lu ya".

Bahkan nih ya, motor gua sampe nge-prank. Tadi pas awal-nanjak itu indikator bensinnya ada di tengah. Tapi pas lagi nanjak-nanjak, tiba-tiba bensin nya sampe hampir nyentuh huruf E, alias encok saya pak disuruh manjat gunung. Ketar-ketir dong gua, ga kebayang kalo harus nyari SPBU di gunung. Tapi untungya itu cuma prank, pas udah nyampe, indikator bensinnya balik lagi ke arah tengah.

Grill di ruang terbuka hijau sih iya, tapi masih banyak tempat lain dimana lu bisa ngeliat ijo-ijo sambil makan daging kan?? di sawah misal, kan gaperlu nanjak. Atau mungkin di rumahnya Pak Asep, cat rumahnya full ijo sampe ke kamar mandi. Mana daging yang dimasak keasinan karena disiram pake kecap asin berasa nyiram tanaman. Subur kaga, asin iya. Lah iya asin, masa kecap asin rasanya pedas.

Makan udah, kenyang, terus turun gunung.

Perjalanan 2 jam, makan 1 jam, pulang 2 jam.

4 jam dalam 24 jam gua di hari itu dihabiskan di atas motor, membelah angin, menerobos kabut. Di jalan turun, motor gua ga terlalu kerja keras, karena ya namanya juga turun kan. Tapi di perjalanan pulang, gua ngeliat jamet lagi pada joget tiktok. Mungkin dunia perjogetan tiktok akan gua bahas di postingan berikutnya kali ya. Tapi yang pasti itu jamet joget tiktok udah kayak cacing orangan banget. Eh, maksudnya orang cacingan. Dan itu posisinya di pinggir jalan, which is gua gamau sebenarnya mengotori retina beserta pupil mata gua dengan melihat ke arah mereka, tapi mau gamau ngeliat.

Ah pokoknya hari yang melelahkan deh, butuh effort banget buat makan daging goreng aja.

Minggu, 24 Oktober 2021

Kisah Nangka, Kolang, dan Cincau

Di sebuah dunia Tutipruti, jauh di kedalaman hutan belantara, hiduplah sebuah makhluk yang dikenal sebagai Nangka. Ia berperawakan besar, kuning, berduri, serta mengeluarkan keringat berupa getah. Di sana ia tidak tinggal sendiri, melainkan ditemani oleh Kolang dan Cincau. Mereka tinggal di sebuah pohon tua yang berumur sekitar 150 tahun, dan baru kemarin berulang tahun, zodiaknya aquarius fyi.

Kolang dan Cincau, kedua mahkluk ini merupakan TKG bagi nangka, alias Temen Ketemu Gede. Pertemuan mereka bukanlah suatu kebetulan, melainkan nasib yang mempertemukannya. Mereka bertemu di sebuah acara adu nasib bagi penghuni Tutipruti. Kompetisi itu kebetulan dimenangkan oleh Nangka, dimana ia bercerita bahwa sejak kecil ia sudah bau, bau nangka, karena kalau bau bawang beda cerita. Sontak semua makhluk terlihat iba dengan Nangka, tidak terkecuali Kolang dan Cincau yang merasa bahwa mereka ini sama banget alias mereka juga udah bau dari kecil.

Hari itu, Nangka, Kolang, dan Cincau beraktifitas seperti biasa, tidak ada yang aneh (yang aneh hanya kalian para pembaca yang masih aja penasaran sama kelanjutan kisahnya).

Masih dibaca juga sampai sini? yaudah deh mari kita lanjutkan.

Hari itu berbeda. Langit di atas (yaiya dong, kecuali langit musik) terlihat begitu hitam. Seluruh penghuni hutan itu merasa ada yang aneh dengan hari ini. Cuacanya begitu mencekam. Dan tiba-tiba hawa berubah menjadi dingin...

Ternyata hujan...

Tapi hujan yang turun bukanlah air, melainkan butiran-butiran es yang turun dalam jumlah yang begitu banyak. "Bagaimana bisa ada salju di dunia ini?" dalam hati Nangka. "Lah iya juga, bukannya adanya cuma di dunia manusia?" timpal Kolang. Sedangkan Cincau? ia terlihat begitu kesakitan, ternyata kepalanya terinjak oleh Nangka.

Es yang turun itupun menumpuk hingga menutupi rumah mereka. Tak berhenti di situ, ketika mereka berusaha untuk menembus lapisan es tersebut, turun hujan lainnya. Kali ini mungkin air, tapi berwarna MERAH!! Sontak Nangka berteriak, "Apalagi ini!!!", Kolang pun menimpali, "Udah gila ini", sedangkan Cincau? ya benar, Cincau kepalanya masih terinjak oleh Nangka, sehingga satu-satunya kata yang ia teriakkan cuma, "AAAAAAAA!!!"

Yang mengejutkan Nangka dan Kolang bukan teriakan Cincau, melainkan air merah itu ternyata memiliki rasa manis? Tak lama kemudian hujan air merah itu berhenti. Tapi turun lagi hujan lainnya. Kali ini Nangka tau itu apa.

Susu Kental Manis.

Sekian.

Itulah para pembaca, kisah asal mula es campur, dari sudut pandang para pemeran dalam es campur. Hehehe

Biar postingan ini ada gunanya, sekalian gua kasih aja nih resep es campur.

Bahan:

250 gram kolang-kaling

200 gram sari kelapa

150 gram kacang merah kalengan

150 gram cincau hitam

4 mata nangka potong dadu

500 ml santan dari 1 butir kelapa

Sirop merah secukupnya

Susu kental manis secukupnya

Es serut secukupnya

Paket dari Tuhan

 Paket ini tak seperti paket biasanya

Tidak ada teriakan "paket!!!" dari balik pagar depan rumah

Tidak ada mas-mas kurir yang selalu mengambil foto tanpa izin, mana belum mandi

Tidak ada yang tau kapan sampainya

Tidak ada pula yang mengantar, tapi...

Ya, paket ini aku yang minta

Sejak puluhan purnama lalu

Tapi sampainya, siapa yang tahu?

Meskipun tertulis jelas di muka paket itu

Dari Aku

Kamis, 21 Oktober 2021

Apakah Zodiak itu Nyata?

 Yo wasap sobat-sobat kesadaran sekalian. Bagaimana kabar kalian semua? semoga dalam keadaaan sadar sepenuhnya ya. Di postingan kali ini gua bakal ngebahas tentang dunia astralala alias per-zodiak-an duniawi.

Pepatah mengatakan "Sejarah itu berulang"

Literally itu yang pertama kali terlintas di benak gua ketika tren cocok-cocokan zodiak ini mulai viral lagi. Belakangan ini gua menemukan tren ini mulai rame lagi terutama di platform sosial media Twitter. Terakhir kali gua main cocok-cocokan zodiak ini pas jaman SD kalo ga salah, kalo salah ya maap. Waktu itu emang agak salah sih gua main zodiak-zodiakan nya, alias zodiaknya digunakan sebagai karakter untuk berantem.

Si anak berzodiak leo dengan penuh percaya diri berubah jadi singa. Si anak berzodiak scorpio dengan lincah berubah jadi kalajengking. Si anak aquarius tiba-tiba tiduran di lantai...

Berubah jadi air ceritanya...

Denger-denger zodiak ini emang merupakan hasil implementasi penelitian S3 nya Plato ya ges ya (Ngga deng becanda). Tapi gua pernah denger kalo zodiak ini emang hasil pengamatan orang-orang terdahulu terhadap sifat-sifat manusia berdasarkan bulan lahirnya. Di satu sisi gua gamau percaya karena musyrik lah ya, tapi di satu sisi kadang bener. Jujurly kalau untuk sifat, gua sih agak-agak percaya (meskipun ga 100% orang berzodiak taurus suka nyeruduk orang). Tapi kalau udah bahas keuangan, jodoh, dan hal-hal yang berbau ramalan udah gapercaya gua (soalnya zodiak gua jelek mulu ramalannya).

Terus nih ya, kadang gua tu bingung, kok bisa ya orang-orang jaman dulu tuh kepikiran buat mengkhayal bentuk-bentuk zodiak dari rasi bintang. Maksudnya gua ngeliat bintang-bintang di langit aja tuh kayak bintik-bintik doang. Kok bisa orang jaman dulu mikir ini bentuk kalajengking, ini bentuk banteng, ini bentuk ikan, dan bentuk air?

Ahhh pusing kalo dipikir. Tapi yang pasti, apapun zodiakmu, minumnya teh botol sosro. Stay sadar!!!

Rabu, 20 Oktober 2021

Hidup itu Lucu (Selalu)

Pernah ga si kalian ngerasa kalo hidup itu lucu, kadang di atas, kadang di bawah, kadang di kanan, kadang di kiri, kadang pasir...

Padang pasir maksudnya...

Ada yang bilang kalo hidup itu kadang lucu kalo dipikir-pikir. Tapi menurut gua hidup itu selalu lucu, kalau untuk diingat kembali. Tidak untuk hal yang akan dihadapi wkwkwk

Coba deh inget-inget masa lalu, kayak yang wow banget kan? Kok bisa ya dulu ini, kok bisa ya dulu itu. Termasuk masa-masa 4L4Y yang pernah gua lewati.

Sebagai anak 90an akhir alias generasi shio macan tanah, masa-masa aneh ini gua lewatin di akhir kepenguasaan atas kantin SD (alias kelas 6) dan di awal-awal SMP (alias babu kating). Jujurly, gua baru pegang hape sendiri emang di kelas 6 setelah UN bikos sebelum waktu itu masih pake hape nya ortu.

Dan masa-masa 4L4Y itu pun dimulai...

Dan kata yang paling gua inget adalah "gpaenz". Ya gua tau itu alay, gua tau itu iuh bangetz, ewh markeweh-keweh, tapi maksudnya dari kata itu adalah "lagi ngapain". Jaman dulu chat singkat-singkat adalah hal yang wajar biar biaya sms nya murah. Kalau bisa dibilang dulu huruf vokal aiueo ga ada harga dirinya. Selalu di-skip pas waktu ngetik. Contohnya tolong jadi tlg, telpon jadi tlp.

Tapi...

KENAPA DI ZAMAN YG PENUH DENGAN KEMAJUAN TEKNOLOGI INI, CHAT WHATSAPP JUGA MASIH DISINGKAT, DAN KADANG SINGKATANNYA GAK MASUK AKAL??!!!

Eee... Maaf ges, balik lagi ke hidup yang lucu...

Terkadang beberapa hal yang sudah kita lewati memang lucu, padahal dulunya mungkin itu sesuatu yang menakutkan, mendebarkan, serta menggetarkan. Maksudnya menggetarkan tangan alias deg-degan.

Udah sih cuma pengen itu aja buat postingan kali ini. Intinya, anggap saja yang akan kita hadapi saat ini, sesusah apapun itu, adalah bahan hiburan kita di masa yang akan datang. Minimal kita punya jokes lah yang bakal diceritain ke anak cucu, sehingga ia punya bahan jokes buat ke temen-temennya. 

Selasa, 19 Oktober 2021

Hello, I'am Back!!!

Setelah sekian lama tidak menulis blog, akhirnya muncul kembali niat untuk nulis blog...
Gatau deh sekarang gimana ekosistem blogger, ditambah para kolega-kolega blogger beberapa tahun lalu yang sepertinya sudah nonaktif dalam dunia blogging.

Pertanyaan besar yang mungkin ada di benak kalian, atau benak gua sendiri....
Kenapa gua balik ngeblog?

Jawaban simpelnya cuma satu, gua rasa kebiasaan nulis seperti dulu, berimajinasi liar seliar susu kuda (susu kuda liar maksudnya), itu harus dikembalikan lagi. Entah apa gunanya di masa yang akan datang tapi sepertinya gua butuh.

Btw kayaknya jawaban di atas ga simpel deh, tapi bodoamat...

Jawaban ribetnya sebenernya juga cuma satu sih, gua cuma pengen curhat lagi sama makhluk-makhluk bernama alfabet ini. Mungkin nantinya isi blog ini gak akan 100% sama dengan postingan-postingan jaman dulu ya, karena mungkin blog ini juga bakal gua isi curhatan-curhatan pribadi gua wkwkwk

Eh iya, sampe lupa...

Blog ini dulunya psikologsinting.blogspot.com atau psikologsinting.com, tapi singkat cerita gua tetep diterima di universitas yang gua impikan, namun tidak dengan jurusan psikologi nya, alhasil branding psikolog sinting udah gak berlaku lagi buat gua. So, gua ubah blog ini jadi Setengah Sadar...

Why setengah sadar?

Karena disadari atau tidak, kita itu tidak sepenuhnya sadar. Apakah kalian percaya? mari kita buktikan. Saat ini, apakah kalian menyadari ada berapa orang yang sedang menaruh perasaan pada kalian? tentu tidak bukan? nah itu adalah cocoklogi nya.

Eeeee... maap, sebenarnya bukan itu. Sebenarnya ga ada alasan khusus kenapa nama blog nya gua ganti jadi setengah sadar. Tapi yang pasti, semua tulisan yang gua posting di sini gua ketik dengan sadar. 

Kayaknya itu aja deh buat post pertama (edisi comeback) kali ini. Mudah-mudahan kalian para pembaca bisa meniqmati isi blog ini. Stay sadar!!!